Resonansi Kami

Suara tanpa
Batas.

Nomadic Voice lebih dari sekadar paduan suara; kami menjadi sebuah lanskap vokal yang hidup, dirajut dari benang-benang kisah berbeda dan impian yang membubung dari segenap penyanyi petualang Nusantara.

Choir singing in modern cathedral

"Harmoni ditemukan di ruang antara perbedaan kita."

Satu Dekade
Dalam Harmoni

Perjalanan kami bermula pada tahun 2017 sebagai ruang berekspresi para mahasiswa di Yogyakarta. Terseret oleh arus kehidupan yang membawa kami merantau meniti karir di ibu kota, kerinduan untuk memadukan suara menuntun kami membentuk ulang pelayanan ini pada tahun 2023.

Berbekal semangat kekeluargaan, kami kembali menyatukan suara pada 2023 di ibu kota, menciptakan sebuah "rumah kedua" bagi para perantau. Puncaknya, pada 5 Mei 2024, Paduan Suara ini terlahir kembali sebagai Nomadic Voice. Sebuah nama yang melepaskan segala sekat kedaerahan, menegaskan identitas kami sebagai para pengembara. Harapan kami sederhana: ke mana pun kami melangkah, harmoni yang kami lantunkan dapat selalu menjadi berkat.

Choir members rehearsing
50+Penampilan
20Provinsi Terwakili
Musical notes abstract
Ignatius Benny Saputro Profile
Sang Visioner

Ignatius Benny Saputro

Pendiri, Dirigen & Direktur Musik

Seorang musisi visioner dengan kecintaan mendalam pada harmoni vokal, Benny telah mengabdikan lebih dari satu dekade untuk mengasah keahliannya. Sebagai pendiri dan kekuatan pendorong di balik Nomadic Voice, ia telah merangkai visi kolektif menjadi kenyataan, menciptakan ruang di mana suara-suara dari berbagai latar belakang dapat bersatu.

"Suara kami adalah jejak dari sejauh mana kami telah melangkah. Tugas saya adalah memastikan bahwa ke mana pun langkah ini membawa kami, nyanyian yang kami tinggalkan selalu menjadi berkat."

Maukah Anda menyumbangkan
suara dalam harmoni kami?